Sawit di lahan gambut Rawa Tripa Aceh

Senin, 30 November 2009

Dasar – Dasar Pemahaman tentang Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD) Studi Kasus: Pilot project REDD ACEH (1)

Pengantar singkat Deforestasi merupakan salah satu pemicu utama perubahan iklim selain peningkatan penggunaan minyak bumi, batubara, bahan fosil lainnya serta polusi yang selama ini terjadi di negara maju dan negara berkembang. Diperkirakan sekitar 18 persen dari emisi gas rumah kaca (GRK) berasal dari deforestasi dan degradasi hutan, merupakan penyebab kedua setelah sektor energi. Isu pengelolaan iklim internasional menganggap perlu memasukkan mekanisme skenario untuk ’pengurangan emisi’ dari deforestasi dan degradasi hutan di negara-negara berkembang (Reducing Emissions from Deforestasion and Forest Degradasion in developing countries; REDD)Istilah Deforestasi dan Degradasi hutan sering digunakan terbalik-balik. Sebagai acuan, Deforestasi adalah berubahnya tutupan lahan hutan menjadi ’bukan...

Rabu, 09 September 2009

Taksiran Cakupan Lokasi Proyek Perdagangan Karbon Ulu Masen

Rencana kawanan hutan Ulu Masen dijadikan areal untuk uji coba proyek perdagangan karbon (REDD) lumayan luas, lebih 700 ribu hektar dann terdiri atas hutan produksi, hutan lindung, dan kawasan budidaya luar kehutanan. Bagi kita orang awam dengan kawasan hutan, bingung membayangkan daerah mana saja yang masuk dalam lokasi REDD. Secara gamblang, lokasinya meliputi sebagian daerah kecamatan berikut: Aceh Barat = Kecamatan Sungai Mas, Kaway XVI dan Pante Ceureumen, Aceh Jaya = Kecamatan Teunom, Panga, Krueng Sabee, Setia Bakti, Sampoiniet dan Jaya Aceh Besar = Kecamatan Darul Imarah, Darul Kamal, Indrapuri, Kota Jantho, Kuta Cot Glei, Kuta Malaka, Lembah Seulawah, Lhoong, Leupong, Lhok Nga, Seulimum, Simpang Tiga dan Suka Makmur Pidie = Kecamatan Bandar Dua, Delima, Geumpang, Geulumpang Tiga,...

Minggu, 06 September 2009

Daftar Proyek REDD di Indonesia

MERANG REDD PILOT PROJECT (MRPP) in Musi Banyuasin, South Sumatera; 150,000 ha; Inititated by the GTZ, Mo Forestry, Provincial Govt, MUBA District, http://www.merang-redd.net/ Ulu Masen project in Aceh; 750,000 ha, facilitated by Flora Fauna International (FFI) Kampar project in Riau; 400,000 ha, Leaf Carbon Ltd. and APRIL/RAPP Kuala Kampar project in Riau; 700,000 ha, WWF Tesso Nilo in Riau, 50,000 ha, WWF Harapan Rainforest in Muara Jambi-Jambi Province; 101,000 ha; Burung Indonesia, RSPB, Birdlife Berbak in Jambi; 250,000 ha; ERM, ZSL, Berbak National Park Kapuas Hulu and Ketapang in West Kalimantan; 157,000 ha; FFI, PT. Mcquirie Capital Central Kalimantan; 50,000 ha, Infinite Earth KFCP in Cetral Kalimantan; 340,000 ha; Government of Australia Katingan in Central Kalimantan; area..........

Sabtu, 05 September 2009

Kompensasi Jasa Lingkungan

Payment for Environmental Service (PES) secara popular diterjemahkan dengan ‘Pembayaran Jasa Lingkungan’. Terjemahan ini sepertinya kurang pas karena dalam PES, tidak ada atau belum jelas bagaimana yang dimaksud dengan pemberian ‘pembayaran’ secara langsung dari penerima manfaat jasa kepada penyedia jasa. Untuk selanjutnya, dalam tulisan ini istilah PES atau Pembayaran Jasa Lingkungan akan diganti dengan memakai istilah ‘Kompensasi Jasa Lingkungan (KJL).PES sebagai sebuah pendekatan dalam konservasi lingkungan muncul karena adanya kegagalan dalam implementasi berbagai kebijakan konservasi yang bersifat top-down maupun bottom up. Kegagalan ini secara umum terjadi karena tidak adanya pertimbangan yang matang atas Manfaat langsung dari sebuah projek konservasi bagi masyarakat sekitar. Dalam pendekatan...

Rabu, 26 Agustus 2009

Along Coastline pic

...

Page 1 of 16123Next