Kamis, 19 Juli 2012

Mahasiswa bingung memilih judul skripsi atau tesis

Disela-sela kesibukan, beberapa kali dijumpai mahasiswa yang akan membuat proposal penelitian (skirpsi / tesis) atau yang sedang nulis skripsi / tesis. Dan parahnya lagi, ada mahasiswa yang saat ujian skripsi, tidak tahu terhadap apa yang ditulisnya.

Memilih judul penelitian memang gampang-gampang susah, demikian juga nulisnya, yang penting ada konsistensi pemikiran yang dicurahkan pada skripsi sehingga tidak terputus ide.

Tips memilih judul penelitian:
  1. Jangan muluk-muluk. Artinya, pilih judul yang gampang-gampang saja. Gampang mendapatkan datanya, gampang mengolah datanya.  Kalau perlu tidak pakai olah data, tapi pakai content analisys. Tapi ini semua tergantung bakat mahasiswa.  Dan yang pasti, biaya skripsinya murah.
  2. Untuk tahap pertama, jangan menentukan judul baku, tapi tentukan topik yang tersedia dan disukai. Judul akan muncul sendiri berdasarkan ketersediaan data awal, ketersediaan alat analisis, dan dari hasil tukar pikiran dengan orang lain.
  3. Usahakan topik, kalau bisa judul yang baru, jangan yang itu – itu saja. Banyak mahasiswa S1 atau S2 membuat judul pakai kata-kata  ‘Persepsi.....’ atau ‘Analisis...’ karena sudah ada atau banyak contoh bertebaran di skripsi / tesis usang. Dosen pembimbing cendrung suka pada hal-hal yang baru.
  4. Lihat calon permasalahan yang ada (dari jurnal, koran, dari pengalaman, dari trend isu).
  5. Kuasai topik yang dipilih, coba buat definisi sendiri terhadap objek pokok dari topik (atau judul).  


Intinya:

Tertarik ingin mendalami topik A ?
Ada apa dengan A?
Apa bisa mengumpulkan data terkait A?
Bagaimana mengolah data / informasinya? Apa bisa sendiri ? Apa harus bayar jasa orang lain?
Baca beberapa literatur utama. Kuasai, dan coba buat definisi sendiri.

Contoh.

Tertarik atau ingin mendalami cara menggunakan Geographic Information System (GIS). GIS merupakan alat dalam melakukan analisis, jadi GIS bukan sebagai objek yang akan diteliti, tetapi kadang-kadang dimasukkan ke dalam judul.

Ada fenomena di kecamatan tertentu di Aceh Besar bahwa dulu ( 10 tahun lalu) menurut cerita penduduk atau pengalaman nyamuk hanya sedikit, udara sejuk. Saat ini nyamuk banyak, udara sudah kurang sejuk.

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara dengan penduduk setempat berdasarkan desain, data statistik dari puskesmas, dan data-data terkait sesuai tujuan tesis.

Pengolahan data dengan tools statistik, atau data base excell. Peneliti ingin mendalami penggunaan GIS, apa hubungan GIS dengan nyamuk? J

Baca beberapa literture tentang nyamuk, pola sebaran, dan kaitannya dengan suhu udara.

Coba buat beberapa defini sendiri, misal definisi tentang : Nyamuk yang diteliti adalah ....?
Suhu adalah.....?  dan lain-lain.

Dari hasil bacaan, bisa saja keluar judul rencana skripsi yang kira-kira seperti ini.

“Manfaat GIS dalam pemetaan sebaran nyamuk di kecamatan A”
“Hubungan perubahan tutupan hutan dengan populasi nyamuk di kecamatan A dan sekitarnya”

Panduan tambahan dapat dilihat di sini

1 comments:

thanks buat tips-tipsnya...